Ini Dia Penyebab Utama Kanker Paru-Paru

detail berita

PEROKOK pasif dan aktif sama-sama memiliki risiko tinggi terkena kanker paru-paru. Hal ini dikarenakan asap dari rokok mengandung ribuan zat tak menyehatkan.

Rokok dan kanker paru-paru sangat erat kaitannya. Merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru.

Dalam buku berjudul "Panduan kesehatan keluarga", Dr. Mirriam Stoppard menyebutkan bahwa semakin banyak rokok yang Anda isap, semakin cepat pula mengalami kanker.

"Misalnya, jika Anda merokok 20 batang sehari, Anda akan mengalami kanker paru-paru 20 tahun yang akan datang. Jika Anda merokok 40 batang sehari, Anda akan mengalami penyakit ini hanya dalam waktu 10 tahun," katanya.

Tak hanya yang secara aktif merokok, orang yang sering terpapar asap rokok pun memiliki risiko terkena kanker.

"Bagi orang yang tidak pernah merokok, risiko kanker paru-paru kecil, tapi sedikit meningkat pada orang yang terpapar asap rokok orang lain secara teratur (perokok pasif)," jelas Stoppard.

Asap tembakau pada rokok merupakan campuran rumit yang terdiri dari lebih 3.000 zat berbeda, termasuk zat stimulan adiktif nikotin, benzen, amonia, hidrogen sianida, karbonmonoksida, dan tar. Elemen tar yang terbakar dalam rokok diketahui sebagai penyebab kanker atau karsinogenik.

Jika perokok aktif adalah seseorang yang adiktif terhadap rokok, namun Anda dikatakan perokok pasif ketika sering terpapar asap rokok dari si perokok aktif.

"Perokok pasif adalah seseorang yang berada di lingkungan perokok. Misalnya, anak dari ayah yang perokok. Hal tersebut membuat anak sedikit banyak sering menghirup asap rokok ayah," tambah dr Ronald Hukom SpPD-KHOM dari RS Kanker Dharmais saat dihubungi Okezone melalui telepon genggamnya, Rabu (02/05/2012).

Tak hanya di rumah, begitu pun asap rokok di ruangan kantor.

"Begitu juga di ruangan kerja. Walaupun berjarak dari satu sudut ke sudut lain, misalnya dalam satu ruangan, tetap itu membuat Anda sedikit banyak menghirup asap rokok yang banyak mengandung zat tidak menyehatkan. Asap rokok itu kan tidak selalu terlihat. Yang pasti, ketika Anda mencium bau rokok, Anda berhak menegur karena merugikan Anda," tutupnya.




Sumber:okezone.com

0 komentar:

Posting Komentar